Jumat, 09 Desember 2016

Kisah Anak Perantauan

Hay, kamu yang sedang berada diperantauan di kota orang untuk berjuang maraih segala impian di masa depan yang bahagia. Tetap semangat ya, jangan pernah menyerah! Kita sama-sama lalui getar-gentir kehidupan yang harus kita jalani di kota perantauan ini.

Merantau untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan bukanlah hal yang biasa apalagi sederhana dan mudah. Mengapa? Because, banyak hal yang harus kita pikirkan sebelum akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke kota orang atau di perantauan.
Jika kita sudah berada di perantauan, pasti kita akan mengalami berbagai tantangan yang harus kita hadapi sendiri. Tapi jika semuanya kita lakukan dengan ikhlas dan benar kebahagian pasti akan kita genggam.
Selama 17 tahun aku   tinggal bersama mereka, suasana rumah dengan canda tawa ayah, ibu, dan adik-adiklah yang selalu membuatku merasa cukup dan nyaman bersama mereka. Tapi, bagaimana dengan hidup selanjutnya? Bukankah kehidupan adalah sebuah perjalanan untuk menjadi lebih dari cukup?




keluarga yang membuatku enggan untuk merantau, karena kebahagianku adalah bersama mereka. Tapi kebahagian mereka adalah melihatku kembali dengan Rizka yang lebih baik lagi dari hari-hari ku yang lalu saat di kampung halaman. kamu pergi dengan semangat2 dan mereka, maka berjanjilah untuk pulang dengan kamu yang telah meraih satu persatu impianmu dan impian mereka yang sempat tertunda demi Kebahagiaanmu.
Rumah dan kampung halaman merupakan tempatku dibesarkan dari aku berada dikandungan sampai aku menginjak 17 tahun tapi setelah itu aku akan berjuang tanpa mereka bersamaku setiap harinya, tanpa mereka yang dulunya selalu menghiasi pagi, siang,   dan juga malam. Enggan sekali rasanya meninggalkan keluarga, teman-teman, sahabat-sahabat karena   mereka banyak mengisahkan kenangan hebat yang tak ku temui di kota perantauan ini. Ditambahkan lagi, kasih sayang yang tiada henti mereka berikan sampai membuatku tak pernah merasakan yang namanya kekurangan sedikit pun. Kenangan mereka benar-benar terukit indah di hati dan memori pikiran ini. Aku benar-benar merindukan saat-saat bersama mereka.
Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku ingin seperti itu saja? sampai kapan aku terikat pada kenangan mereka? Karena yang aku tahu dunia ini luas dengan milyaran-milyaran manusia di dalamnya ,. Aku harus pergi, aku harus bertemu dengan banyak orang yang telah Tuhan hadirkan di dunia ini. Aku harus singgah dan bertemu dengan mereka. Walau hanya saling berlewatan.
Akhirnya, kita harus memilih untuk pergi merantau dan hidup sendiri tanpa keluarga. Kamu yang selalu tinggal sama orang tua dengan berat hati kamu harus tinggal sendiri demi cita-cita mu. Karena sehangat-hangatnya rumah, kamu lahir untuk dunia yang lebih indah.
Kota perantauan, di tempat ini kita akan dipaksa untuk belajar hal-hal baru dan juga menemukan banyak tantangan yang hebat. Disini karekter individu kita berkembang dan akan meningkat dengan sendirinya. .
Kita tahu kalau tanah perantauan belum tentu membuat kita nyaman, tapi bukankan kesuksesan selalu berawal dari ketidaknyamanan yang kita rasakan disini?
Pergi merantau bukanlah pilihan yang sangat hebat atau luar biasa. Karena banyak juga yang melakukan hal yang sama.
Hal yang membuatmu awalnya benar-benar kaget adalah tak ada orang-orang yang kamu kenal, tapi dari sini kamu bisa menemukan banyak teman bahkan terkadang proses untuk menjadikannya orang yang benar-benar kamu percaya itu sangatlah susah.
Entah akan kita temukan lagi teman-teman sewaktu kita masih duduk di bangku sekolah dengan seorang pemimpin bernama guru. Yang sekarang akan kita temukan yang namanya dosen, dan juga jika kita bekerja dengan sebutan bos.
Teman-teman masa kecil yang begitu polos pasti akan terlintas dibenakmu ketika kau telah pergi di daerah perantauan.











Teman-teman SMP yang banyak mengisahkan kenangan, semanjak SMA saja yang masih berada di kabupaten yang sama susah untuk diajak ketemu, apalagi yang sekarang sudah pada berada di kota perantauan bahkan di luar kota atau bisa jadi luar negeri = D









Teman-teman SMA yang memanggilku dengan julukan kakak di kelas padahal kelahiran 1999, yang mengisahkan banyak sekali kenangan konyol walau kadang suka buat kesal. Tapi aku rindu.
Berjuang demi mendapatkan PTN yang diharapkan, teruntuk anak 3 IPA B dan juga khususnya mutiara dan mega yang rela pulang sampe hampir larut malam hanya untuk TST bareng dengan tentor-tentor yang super baik hati. Tak lupa juga untuk guru-guruku terima kasih telah memberikan aku ilmu yang bermanfaat yang inyaallah berkah. semoga Tuhan membalas jasa-jasa kalian

Orang-orang yang selalu membuatku nyaman berada dirumah. mereka alasan yang membuatku hingga saat ini bertahan dan kuat dengan tanah perantauan, meski tanpa mereka disini, tapi aku percaya doa mereka menyertai perjalanan hidupku. I miss them. 
Terbiasa hidup berdampingan dengan orang tua dan teman-teman sekolah apalagi teman terdekat itu benar-benar menyenangkan. Tapi terkadang dengan itu semua membuatmu ketergantungan pada mereka. Jika aku bersama mereka terus aku takkan temukan orang-orang baru atau bahkan pengalaman yang baru yang mungkin luar biasa diluar sana.
Ketika saat kita memilih untuk merantau, jauh dari keluarga dan teman-teman terdekat justru itulah mengajarkan kita untuk berlatih mandiri.
Ketika kita memutuskan untuk merantau, maka kita akan lebih mengenal yang namanya hemat dengan uang kiriman yang diberikan oleh orang tua kita. Saat dulunya di rumah ketika rasa lapar menghampiri kita tinggal menuju dapur dan makan dengan berbagai macam masakan yang telah ibu berikan untuk kita, namun ketika kita berada di perantauan kita akan menganggap kalau hidup di tanah perantauan begitu kejam, jika uang yang di kirim oleh orang tua tinggal sedikit atau belum waktunya lagi untuk mendapatkan kiriman maka kita akan terbiasa menakar-takar makan atau tidak di hari esok dan dimana kita harus menahan nafsu untuk membeli makanan ataupun berbelanja apa yang kita sukai, dan segala kebutuhan yang kita punya serba kita Minimalkan untuk bertahan menunggu uang kiriman yang akan datang pada waktunya. Pakaian kita yang dulunya saat kita di rumah, selalu di cucikan oleh ibu kita, namun ketika kita berada di perantauan maka kita akan terbiasa dengan hidup yang harus mencuci pakaian kita sendiri, tapi dengan begitu semua ini mengejarkan kita untuk lebih dewasa, mandiri dan hemat untuk mengatur keuangan kita sendiri.
Di tanah perantauan kamu memang lebih hidup bebas tanpa larangan dari ayah dan ibu untuk keluar malam atau yang lainnya, tapi disini kamu telah bebas. Namun kamu tidak melampaui batas dan mengerti atas batas-batasnya serta tujuanmu pergi merantau sampai kau pulang nanti. Hal inilah yang mengajarkanmu terlihat dewasa jika semuanya kau lakukan denga benar.
Jika kita hidup sendiri hal inilah yang memaksa kita untuk terus ingin mencari teman dan relasi di sana sini. Kau akan temukan
Dan ketika kita memutuskan untuk pergi ke tanah perantauan kita akan mengenal banyak orang-orang baru yang juga senasib dengan kita. Bahkan orang-orang baru itu bisa jadi menjadi keluarga baru kita. Betapa bahagianya kita bertemu dengan orang-orang baru terutama jika mereka benar-benar mengerti kita layaknya keluarga dan sahabat kita di kamppung halaman yang telah kita tinggalkan untuk cita-cita kita.
PAMB ..............










Merekalah orang-orang yang selalu aku temui setiap kali ada mata kuliah dan selalu berbagi bersama disaat tugas-tugas menumpuk dan teramat susah di selesaikan, mereka juga yang sering di kampus sampai hampir larut malam atau di kostan yang lain hanya demi mengerjakan tugas, dan menemani kita untuk belajarr, kita saling membantu satu sama lain sampai nanti kita akan sama-sama mengenakan toga dan sukses bareng-bareng. tetap semangat untuk menjalani KKNI teman-teman seperjuangan. aamiin



Mereka yang pintu kamarnya akan selalu terbuka menyambut kedatanganku sepulang aku dari kuliah, lelah menjadi senang melihat wajah mereka, bercanda bersama, tertawa bahkan mereka juga yang kini mendengarkan keluh kesah ku tentang tugas-tugasku yang menumpuk dan orang-orang yang menyebalkan bahkan yang ku temui .   Meski berasal dari daerah yang berbeda-beda, akhirnya kota medan ini menyatukan kami yang senasib di kota perantauan.
Kembali ke kampung halaman adalah hal yang paling di tunggu-tunggu oleh anak perantauan karena suasana di sana sulit untuk mereka temukan di tanah perantauan ini. Rindu yang semakin mendalam membuat mereka ingin kembali pulang tapi perjuangan mereka belum selesai di tanah perantauan ini.
Saat kau pergi merantau kau benar-benar merasakan betapa berartinya berada di samping ayah dan ibu yang tak pernah kau sadari sebelumnya. Di saat kamu sendiri akan membuatmu menangis dan merindukan suara ayah dan ibumu, canta tawa mereka yang selalu menghiasi hari-harimu, bahkan perhatian mereka. Adik, kakak, atau pun abang yang sering membuat kamu jengkel, kesal sampai telah menjadi teman berantam di rumah, namun sosok mereka benar-benar kamu rindukan saat kita tak lagi serumah dengan mereka. 
Dulu kumpul bareng keluarga merupakan hal yang biasa-biasa saja bahkan terabaikan oleh kita, namun ketika kita berada di perantauan bisa pulang dan kumpul bersama keluarga adalah hal yang paling luar biasa. Karena merantau membuat kita mengerti bahwa keluarga merupakan hal yang benar-benar berharga, karena hanya merekalah yang akan tetap menerima segala kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki, karena kita akan kembali pada satu titik juga yaitu keluarga.
Merantau membuatmu menemukan tempat-tempat yang baru dengan teman-temanmu yang juga merupakan anak perantauan. Karena merantau akan membuka matamu pada berbagai kisah-kisah baru yang akan kau temukan.
Selamat berjuang anak perantauan hari ini kau memang merasakan sakitnya dan kejamnya kehidupan tapi insyaallah usaha yang kau lakukan hari ini akan menuai hasil yang indah untuk kedepannya. Tetap berjuang dan bersemangatlah sahabat.




Kamis, 03 November 2016

I MISS U dad and mom

Azan subuh telah terdengar ditelingaku, ketika aku menjemuri pakaian pakaianku, ku tatap langit yang masih tampak gelap. Tanpa diperintah aku meneteskan air mata, 1 hal yang ada dipikiranku. Aku rindu ayah dan ibuku. Dua orang yang dulunya setiap kali aku bangun selalu ada mereka, dua orang yang takkan pergi kerja sebelum aku berangkat ke sekolah,dua orang dulunya setiap hari bercerita bersama denganku, duduk ditengah tengahku menikmati indahnya langit, bahkan menonton bersama dengan berbagai makanan dan minuman, dua orang yang sekarang ku tahu mereka pasti sedang bekerja, mencari rezeki agar anak anaknya tak kekurangan, agar anak anaknya bahagia, agar anak anaknya bersekolah tinggi. Mereka relakan darah juangku berjuang di kota orang bukan karena mereka tak sayang namun karena mereka ingin melihatku bahagia di masa depanku nanti dan menjadi orang yang berguna.
Mereka adalah dua orang yang ingin dan harus ku bahagiakan, karena dua oorang inilah hingga saat ini aku masih merasakan kekuatan dan harapan untuk maju. Karna disetiap langkahku dua orang inilah yang senantiasa mengkhawatirkanku di sini namun mereka selalu percaya kalau putri kecil mereka dulunya kini telah menjadi manusia dewasa yang mempu jaga diri.
Doa merekalah yang senantiasa membuatku terselamatkan dari hal yang hampir membuatku patah dan ingin menyerah, namun kembali bersemangat.
Aku ingin pulang, tapi takdirku belum saatnya pulang karena takdirku masih memintaku untuk tetap disini dan mengingatkanku kalau Doa mereka selalu bersamaku.
Aku merindukan kalian. Ayah dan juga mama'
I love you so much. ({})
Salam rindu dari icha kalian.
Salam sayang dari anak kalian ({})

Minggu, 07 Februari 2016

Insyaalah



Terkadang, aku tidak mengerti mangapa aku masih berharap.
Kadang kala pula, aku tidak tahu mengapa aku masih menunggu.
Kadang juga, aku tidak tahu mengapa masih tetap tinggal.
Terkadang juga , aku tidak tau mengapa masih dengan perasaan yang sama
Maka, itulah salah-satu cabang sabar. Ketika kita "tidak tahu" misteri masa depan, tapi kita tetap melakukannya ]. Lengkapi dengan keyakinan Allah selalu punya skenario terbaik, sibukkan diri dengan hal positif dan bermanfaat, maka semoga bahagia selalu menemani kita.

Sabtu, 06 Februari 2016

Barakallah 17 tahun

Ada beberapa hal yang tidak bisa ku beli dengan uang, salah satunya kebahagian. Iya kebahagian, tanpa kebahagiaan hidupku akan hampa ada banyak orang yang selalu bisa mewujudkan kebahagiaan untukku, membut hari-hariku lebih bewarna lebih dari sekedar warna pelangi . Kebahagian itu bukan masalah kemewahan, yang bisa terbeli dengan mengumpulkan uang hingga milyaran, namun kebahagian itu adalah datang dari hati dengan membuat orang-orang seitar juga bahagia.  Tak terasa umur ku telah  17 tahun. Dimana 17 tahun yang lalu aku hanyalah bayi tanpa sehelai kain bercucuran darah, 17 tahun yang lalu aku terlahir dari wanita yang hebat tak tergantikan oleh siapapun yang rela mengalami sakitnya tendanganku hingga hampir mempertaruhkan nyawannya, tak terasa 17 tahun yang lalu tepat ditelinga mungil ku, aku diqomati oleh seorang lelaki yang  menunggu kelahiranku dan berharap aku dan wanitanya dapat terselamatkan. 17 tahun yang lalu akulah yang meramaikan rumah kecil mereka namun bukan dengan bercerita namun menangis, Dari aku terlahir hingga 17 tahun ini merekalah yang mendidik mengurusi dan bekerja keras demi kebahagiaan ku, demi keberhasilanku, entah bagaimana cara ku membalas jasa mereka, entah dengan apa yang dapat ku beri pada mereka, mereka yang setia bersamaku, mereka yang tak henti-henti beri yang terbaik padaku. Dan sampai saat ini aku masih saja merepotkan mereka.
Mereka tak mengucapkan apapun untukku di 17 tahun ini, Apa mereka lupa?  Tidak, mereka tidak lupa, karna  aku yakin ada sebuah doa yang mereka curahkan kepada sang Pencipta untuk kebaikanku. 
Selamat Datang Februari.


 





Tepat tanggal 1 dimana aku asik menterjemahkan B.inggris tepat di reses pertama seseorang cewek menanyakkan namaku pada teman-teman sekelas dan tiba-tiba masuk dan memberi sebuah bingkisan yang berisi beng-beng tanpa surat, kasus pertama membuat teman sekelas heboh pada topik ini.
Hingga kesokkan harinya disaat reses pertama aku pergi membeli makanan, tiba-tiba teman sekelas pada teriak memanggil namaku karna ada kiriman datang, ku lihat ada donat yang membuuat aku takut memakannya, takut ada racun sianidanya. Wwkwwkkk,, ini ada suratnya pake benang, gambaran dibentuk yang buat aku deg degan dan bertanya? Apa ada penggemarku? Apa orang –orang itu (Sustia, Intan, Muti, Juli) atau LCC ? . Disaat pulang les dengan rasa berani ku makan donat dengan adikku.
Hari ke 3 di reses juga, ada kiriman kertas yang dihekterin dan ternyata dalamnya GoodTime dan Timtam, ada surat yang buat aku binguung dan lelah membacanya,  bacaan yang bolak balik ngebalik kertasnya. Kreatif sih, beda sih, tapi capek tau, Hahaha. Kalau kayak gini terus mending ulang tahunnya diundur tanggal 29 februari. Hahaha, biar  hemat uang jajan.
tgl 4 Pun tiba banyak yang mengucapin, semoga doa-doanya terkabulkan dan semoga doa-doa untuukku juga berlaku bagi semuanya. Aamiin.
pagi-pagi udah sampai sekolah waktu bel berbunyi Novri nyanyi dan kasih coklat katanya dari dia padahal dari orang lain, pake-pake surat diarylah. Waktu reses pertama juga ada yang ngantar 2 gula-gula samaku pake surat sama gambar-gambar pake crayon . ciee warna-warni pelangi bah.


ini kasus pertama yang buat orang-orang kelas heboh, didalam nya ada beng-beng . ini kasus pertama datang dari Intan =D dan yang dibawa suratnya itu waktu mereka datang kerumah dengan buku pink berisi anggap saja diary tentang kita.

ini kasus ke 2 yang buat sekelas juga heboh, ini donat yng membuatku bertanya, ada sianiadanya? =D ada sianida ragu-ragu tapi dimakan juga. =D ini ternyata dari Mutiara
Ini dia surat yang buat aku asik ngebalik -balik kertas, kreatif yaa , beda dari yang lainn =D . Ini kerjaan Sustia. isinya buat jingkrak2 hati broo

Ini kasus ke 4 yang ngasih aku gula-gula,, sama surat yang hehehe gimana gitu. ternyata itu dari juli eh yang crayon2 itu katanya konsep Mia sama Jurhamdan =D. bah gak kreatif juli. Tapi ini spesial . 
ini ada coklat + surat dari mereka ber4 tapi yang bawa si Juli, niatnya mau datang pagi letakin dimeja lalu mau kasih bunga mawar biar makin penasaran, tapii malah dia yang terlambat =D


ini dari GusTriYaNi Mici walaupun udah beda kelas tapi tetap ada selalu punya ide baru buat bikin aku bahagia, rela beginian dikelas mereka ada balon2 lagi demi buat aku,, apa gak kenak marah itu :D. Makasih wee ({})










 Ini cuman sebagai sampel aja, banyak lagi yang ngucapin, makasih yaa. dari beberapa kata2 ini anggap saja sudah mewakili semuanya yang memberi ucapan dan doa-doanya untukku,, makasih semuanyaa. Berharap doanya dijabah dan juga berlaku di yang mendoakan.



ini kejutan selanjutnya dari LCC + IPA 3 sebagian,, yang ngagetin pake plastik biar kayak balon pecah si Novri, sok sok di tutup pintu kelas. =D. Yang juga pas tanggal 5nya datang kerumah letakin balon-balon dikamar, suprisee,,,yuhuuyyyy.... 
ini pasti kerjaan dea yang ulang tahun dibilang cantik dirinya dibilang cantik tapi yang lain dibuat jelak =D... Makasih LCC untuk kejutan-kejutannya berapa hari nyiapinnya ? =D ({})
gara-gara lukisan ini yang buat juli sustia berantem, karana ketinggalan dirumah juli, astaga gara-gara aku begadoo,,


ini manusia-manusia yang buat orang pernasaran,,, yang buat aku cepat kaya gak jajan, =D, walah gak ada lagi berarti yang ngirimin makanan tiap reses =D, ralatlah ralat.. yang udah hampir berhasil 100 % buat kejutan tapi waktu tgl 4nya ketauan =D, mau ngiasin kamar makin orangnya udah pulang=D ,, terakhir ngiasin kamar bareng orang yang ulang tahun. padahal tadi udah sempat pinjam nomor orang buat sms aku,  ngancam , jam 3 harus udah dirumah, kalau gak datang awas kau !! astaga weee weee. Makasih buku diary harapannya =D 
Makasih semua. Terutama doa-doanya. Karna hadiah terindah untuk orang yang kita sayang adalah doa yang tulus. Makasih semuanya. Kalian berarti untukku,,, Sukses untuk kita para sahabatku. Aku menyayangi kalian semuanya ()

Kamis, 17 Desember 2015

Dear XII IPA 3

Ku ungkapkan perasaan sayang ini melalui blogku pada kalian orang yg tlah mengisi banyak kenangan untukmu para teman. Dikelas ini kita rasakan berbagai pahit manis nya sebuah kehidupan itu kita lalui bersama mungkin kurang lebih 3192 jam, Ku lalui perjuangan itu selama kurang lebih 2 tahun bersama orang konyal layaknya kalian, menuai jutaan tawa dan bahkan juga tangis. Kedepannya kita akan malangkah berjuang dengan yang lain, Selamat berjuang teman.
Sebentar lagi suasana akan beda. Takku hadapi lagi kalian
Pola yang suka minta kawani ke kamar mandi, yang marah-marah dikelas, yang egois, yang tegas gimana gitu. 5 tahun berjuang pasti tau banget sikap/sifatnya.
Muvia yang sering kutipi uang kas, yang suka nelakin aku, yang sering jadi teman curhat gak penting gitu, yang sring ngadepin tingkah ekspresii aneh ku,
Dea yang suka merepet-repet dikelas apalagi kalau lagi pada salah, yang suka maju kalau biologi, yang gak mau kalah kalau udah adu mulut, yang suka ngambek juga.
Aztri yang suka kentut, yang keseringan pacaran, yang paling bisa ngertiin, yang suka cemburuan juga,
Monica yang suka kentut juga, suka mendem perasaan terakhir nyesek sendiri, yg sering puasa, orang yang sibuk kalau udah masalah absen pasti gak bisa diganggu
Natalia yang gampang jatuh cinta tapi cepat berlalu, cabe tingkat pertama, yang gampang ngambek, yang suka joget-joget gak jelas, egois juga cebe ini
Rani orang yang pendiam tapi ramah, baik banget, orang yang iya iya aja, cantik lagi kayak Sandra  dewi, yang hampir mau ikutan miss Indonesia
Angel yang suka ngegambar, yang sukaa marah-marah gak jelas, nyanyi2 gak jelas suara pas pasan tapi selaluu PD, egois juga sih, yang  lebih  cocok ke seni bakat banget bahkan
Widya bakat banget nyanyi, suara bangus, kalau ada apa gitu sering nempah dia reques lagu gitu, pernah menang nyanyi loh hebatkan
Lila yang suka marah-marah gak jelas, parbada kali, lasak, cabe IPA 3 yang bisa buat orang emosi sama kek dea gak mau kalah kalau udah ngomong, selalu jadi peran antagonis, sering kasih tebengan sama aku, ini juga egois juga  intinya dia yang paling heboh
Pina yang pendiam bakat terpendam, bisa sih tapi jarang dikeluarin. orang yang khawatiran gimana gitu,
Dwi yang sok bersih, yang sering nyakitin hati, yang sering ngejekin aku kuningan, cocok jadi peran mamak tiri pokoknyalah soalnya suka merepet
Sellya yang suka ngetaawain setiap tingkah konyol ku, yang sering dibully kasian, tapi sabar sabar aja tapi dalam hati nyess
Yayas yang ngomong agak gak jelas kalau ada huruf e nya, yang suka selfie eh gak deng IPA 3 suka selfie semua, yayas juga gak mau ngalah
Sarah salah satu pelawak IPA 3 dengan wajah polos nya setelah itu, yang suka jailin orang, inilah dia orangnya
Winda yang suka ngecek makanan orang, yang suka kepanasan , yang paling lengket sama septo widya pola,
Jiha yang kalau maju nulis ada gayanya, suka ngedance, ngereef, yang sering dikerjain sama sahabat2nya apalagi sama topik novri sevto
Icha yang suka nyimpanin foto dan di edit aneh aneh bareng septi jiha, sahabatan kali bah mereka
Septi yang ada  gila-gilanya gimana gitu, sering galau, yangg suka jadi cabe di kelas, yang nyanyi fales  tapi PD aja
Andini yang suka merepet kalau aku gak piket, teriak2 gak jelas lah, yang sering garain akuu kalau dilesan, baik suka anterin pola soalnya
Ramawati bah baik kali eh gak deng suka merepat gak jelas, suka marah2 gak jelas yang baiknya sih suka ngenterin aku les
Gita yang sering jadi bullian di kelas, yang kecil yang sering diejekin adikkan
Maya yang goyangnya asalole, cebe juga, yang jarang peke dabelan, yang suka ngomong singkkatt padat tapi waw
Roida yangsuka membantah kalau dia benar tapi di abaikan, cepet sembuh ya roida, lawan penyakitnya, gak lengkap tanpa mu
Rebeca orangnya kek orang cina, foto-foto keren yang cerewet juga kalau sama ku tapi sama yang lain mana berani dia yakan rebaca
Yulfrita yang suka selfie yang buat status di bbm tiap saat, yang suka marah juga, egois juga
Mila yang suka marah gak jelas, parbada, baik suka nawarin apa yang disuruh sama guru kalau dia ada walaupun bayar sih
Novri ada gila-gilanya, suka ngalah cuman sama Aztri sama yang lain mah jarang, suka buat sensasi biar yang lain ketawa
Taufik yang genit samaa semua cewek dideketin, sok polos padahal suka jailin orang yang tak berdosa dan bersalah, justin si natalia ini
Prasmigara ingat kali kata bu rani kalau pras barang antik ipa 3 harus dijaga dan dirawat, sok ganteng, percaya diri kuat banget padahal buat sebel orang
Dimas baik tapi kadang kasar, lembek jadi ketua seharusnya tegas dong sekali2 aja, mau aja disuruh2in
Sevto gitaris ipa 3, paling ganteng dikelas ini, yang gelisah kalau udah di lapangann ada yang main bola, orang yang suka jahilin orang juga ini, banyak kali yang di PHPin si anak kambeng ini,
Ricky dibilang sekelas otaknya kotor tapi dia bilang udah insaf, yang kadang suka ekspresii gak jelas gimana gitu

1 kalimat untuk kalin, dengarlah !! "Aku tak peduli bagaimana sifat sikap kalian masing2 kalian adalah orang yang ku sayang, kalian adalah bagian dari hidupku".
Maaf aku tak bisa ungkapin kalau aku sayang kalian secara langsung, karna aku orangnya males untuk bicara, aku kan hemat bicara ya kaann .

I LOVE All XII IPA 3

Jika perpisahan tlah datang dan akuu harap waktu pertemukan kita dengan gelar dan pekerjaan yang hebat.